Penerapan Sensor Lampu Otomatis Pada Penerangan Rumah Ibadah di Dukuh Centong Ponorogo
DOI:
https://doi.org/10.64109/jkz7pd96Keywords:
lampu otomatis, pengabdian masyarakat, rumah ibadah, sensor cahaya, teknologi tepat gunaAbstract
Penerangan rumah ibadah di Dukuh Centong, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, masih dioperasikan secara manual sehingga lampu berisiko menyala pada siang hari atau terlambat dinyalakan menjelang maghrib. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berupa sensor lampu otomatis berbasis Light Dependent Resistor (LDR) serta meningkatkan pemahaman mitra tentang penggunaan dan perawatannya. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif pada 22 Juli–30 Agustus 2026 melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi (120 peserta), pelatihan dan pendampingan, implementasi dan pendampingan, serta monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan. Pemahaman dan kepuasan diukur pada 15 peserta pelatihan menggunakan pre-test dan post-test. Hasilnya, rata-rata skor pemahaman meningkat dari 2,35 menjadi 3,37 (skala 1–4) atau naik 43,47% sensor berfungsi sesuai pada seluruh pengujian (6 dari 6 pengujian) dan tingkat kepuasan mencapai 84,17% dengan kategori sangat puas. Efisiensi energi belum diukur sehingga masih berupa potensi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sensor LDR dapat diterapkan dan dirawat sendiri oleh pengurus rumah ibadah
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mayeva Surya Damayanti, Firly Hanik Ma’lufah, Jawwad Sulthon Habiby, Hanifah Agustina, Alif Tazkia Salama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
