Penguatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya melalui Experiential Learning bagi Mahasiswa Guru Pesantren

Authors

  • Yuangga Kurnia Yahya Universitas Darussalam Gontor Author
  • Dhiyaul Haq Universitas Darussalam Gontor Author
  • Kholid Karomi Universitas Darussalam Gontor Author
  • Tistigar Sansayto Universitas Darussalam Gontor Author
  • Sandika Dauh Permana Universitas Darussalam Gontor Author
  • Lintang Jati Hidayat Universitas Darussalam Gontor Author

DOI:

https://doi.org/10.64109/n3d1dy51

Keywords:

literasi keagamaan lintas budaya, experiential learning, dialog lintas iman, kebebasan beragama dan berkeyakinan, pesantren

Abstract

Keterbatasan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan pemeluk agama lain menjadi salah satu tantangan dalam penguatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di lingkungan pesantren. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi antaragama dan kesadaran mahasiswa guru mengenai pentingnya penghormatan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Kegiatan dilaksanakan pada 18–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 47 mahasiswa guru Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat. Solusi dilaksanakan melalui pendekatan experiential learning yang mengintegrasikan diskusi tematik, kunjungan lapangan, dialog lintas iman, serta refleksi lisan dan tertulis. Kunjungan dilakukan ke GKJW Sidorejo di Kediri, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan di Malang, dan Institut Injil Indonesia di Batu. Evaluasi dilakukan melalui identifikasi awal pengalaman dan pengetahuan peserta serta analisis tematik terhadap refleksi pascakegiatan. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa hanya satu dari 47 peserta yang pernah mengunjungi rumah ibadah agama lain. Refleksi peserta memperlihatkan pengayaan pemahaman mengenai hubungan agama dan budaya lokal, perbedaan tradisi Katolik dan Protestan, pelayanan sosial, serta pentingnya dialog dan klarifikasi informasi (tabayyun). Temuan ini mengindikasikan bahwa perjumpaan langsung yang disertai refleksi menyediakan ruang bagi peserta untuk meninjau kembali asumsi awal dan memahami keragaman agama secara lebih kontekstual. Namun, hasil tersebut belum membuktikan perubahan sikap yang bertahan dalam jangka panjang. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan evaluasi tindak lanjut untuk menilai penerapan hasil pembelajaran dalam kehidupan pesantren dan masyarakat.

Downloads

Published

01-11-2026

Issue

Section

Articles