Implementasi Inovasi Trichokompos untuk Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan di Desa Basseang

Authors

  • Basri Basri Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Meliani Meliani Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Aida Trihapsari Ismail Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Muhammad Iqbal Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Muh. Irfan Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Ahmad Norman Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Resky Andreansyah Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Cennawati Cennawati Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Suharman Suharman Universitas Muhammadiyah Enrekang Author
  • Hikmahwati Hikmahwati Universitas Al Asyariah Mandar Author

DOI:

https://doi.org/10.64109/4ttwp327

Keywords:

trichoderma sp, kompos, kkn terpadu

Abstract

Pertanian adalah salah satu sektor kunci yang memainkan peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan yabg mulai menghadapi beragam tantangan yang semakin rumit, seperti merusak unsur kesuburan tanah, dan rendahnya prtoduksi pertanian, sehungga diperlukan teknologi yang sesuai menggunakan mikroorganisme lokal yang ramah lingkungan, seperti Trichoderma sp. untuk menhasilkan produk yang dapat meningkatkan produksi.  Desa Basseang sebagai wujud dedikasi mahasiswa kepada masyarakat dengan konsentrasi pada penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian agar dapat menjadi produk yang berguna seperti Trichokompos, salah satunya melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Trichokompos yang menggunakan mikroorganisme dari Trichoderma sp. yang berfungsi sebagai agen hayati dekomposer yang dapat mempercepat proses pengomposan serta meningkatkan unsur hara dalam pupuk organik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan pentingnya Trichoderma didalam peningkatan produktivitas tanaman dan kandungan unsur hara pada limbah pertanian, pelatihan perbanyakan Trichoderma menggunakan media beras, pelatihan pembuatan trichokompos, dan pelatihan cara pemupukan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terkait pentingnya pertanian yang ramah lingkungan, tingginya manfaatan dan kandungan limbah pertanian, perananan Trichoderma bagi pertanian dan juga menumbuhkan kemandirian dalam produksi pupuk organik. Bagi mahasiswa, aktivitas ini menjadi medium untuk menerapkan ilmu dalam bidang pertanian, mikrobiologi, pertanian organik serta pemberdayaan masyarakat secara praktis di lapangan. Sasaran akhir kegiatan ini adalah dimanfaatkannya limbah pertanian menjadi pupuk organik sehingga struktur tanah menjadi lebih baik, peningkatan produksi hingga terwujud pertanian organik yang berkelanjutan.

Downloads

Published

30-11-2025

Issue

Section

Articles